Cover Buku
Anda harus login untuk dapat mengunduh buku ini

Pengarang: Endang S. Sunaryo

Penerbit: Elex Media Komputindo

ISBN: 978-602-02-7416-4

Ukuran File: 282 KB

Total Diunduh: 7 kali

Sampai saat ini hanya sekelompok kecil masyarakat yang menyadari pentingnya sistem kekebalan tubuh untuk menangkal berbagai penyakit. Setiap hari tubuh kita terpapar serangan mikroba yang bersifat membahayakan atau tidak. Ada bakteri, kapang atau jamur bahkan virus yang tidak kasat mata yang masuk melalui udara, makanan ataupun kontak manusia dengan manusia lainnya atau manusia dengan hewan. Karena ukurannya yang sangat kecil, mereka merusak sel/jaringan tubuh melalui peredaran darah.

Sel darah putih dikenal juga dengan istilah populernya leukosit merupakan pasukan pertahanan tubuh manusia. Leukosit yang merupakan sistem pertahanan tubuh berlapis sangat unik dan pintar. Ibarat pasukan Tentara Nasional Indonesia, leukosit dan sistem pertahanan sangat terkoordinasikan dengan rapi.

Sistem pertahanan ini melibatkan seluruh jajaran leukosit dimulai dari sel pembunuh alami NK yang ibaratnya pasukan berani mati yang berdiri di jajaran terdepan sistem pertahanan sampai limfosit B sang antibodi yang berperang menggunakan strategi mutakhir untuk mengalahkan lawan dan Limfosit T ibaratnya jenderal perang, dialah pengatur strategi yang mengkoordinasikan taktik perang.

Demikian pula dengan sistem pertahanan tubuh kita, sistem ini unik dan terintegrasi baik. Jika sistem ini lengkap dan tidak mengalami kecacatan DNA, serta mendapat pasokan zat gizi dan fitokimia yang lengkap, maka tidak perlu diragukan kemampuannya mengatasi gangguan paparan mikroba dan radikal bebas yang merusak yang mengakibatkan infeksi dan penyakit.

Penggunaan rempah-rempah sudah berabad-abad digunakan dalam bumbu masakan untuk pemberi citarasa yang berbeda setiap bangsa. Demikian pula penggunaannya untuk obat-obat tradisional. Kita mengenal Ayurveda, pengobatan rempah ala India, Jamu pengobatan tradisional ala Indonesia dan ‘ Traditional China Medicine’ di China. Oleh karenanya perdagangan rempah yang kala itu harganya melebihi emas menjadi primadona dan mengundang bangsa-bangsa asing menguasai nusantara.