Cover Buku
Anda harus login untuk dapat mengunduh buku ini

Pengarang: Gary John Bishop

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-602-06-3226-1

Ukuran File: 210 KB

Total Diunduh: 4 kali

Menyalahkan faktor eksternal, seperti lingkungan, masa lalu, keluarga dan sebagainya menjadi alasan jika terjadi kegagalan dalam hidup. Padahal sukses dan gagalnya kehidupan bukanlah disebabkan oleh faktor eksternal melainkan oleh faktor internal, yaitu diri sendiri. Pikiran-pikiran negatif, seperti rasa takut, malu dan ragu-ragu menjadi batu sandungan untuk bergerak maju. Menunda-nunda pekerjaan, berolahraga, hingga diet adalah contoh kecil dari benak kita yang mencoba mengontrol apa yang kita lakukan. Biasanya alam bawah sadar selalu berusaha melindungi diri kita lewat pemikiran yang menghambat. Beresin Dulu Hidupmu! menjadi buku pengembangan diri yang akan membantu dalam memahami dan mengontrol pikiran negatif yang biasanya akan selalu muncul dan bisa kita salurkan lewat tindakan positif. Gary John Bishop menyampaikannya secara ringan, luwes dan apa adanya. Bagaimana benak seringkali memunculkan kekhawatiran sebagai bentuk pertahanan diri yang akan kita kendalikan melalui tindakan yang bermanfaat.

Buku setebal 208 halaman ini memiliki sembilan bab; Pada Mulanya…, “Aku Bersedia.”, “Aku Hidup Untuk Menang.”, “Aku Bisa.”, “Aku Merangkul Ketidakpastian.”, “Aku Bukanlah Pikiranku; Aku Adalah Tindakanku.”, “Aku Berteguh.”, “Aku Tidak Mengharapkan Apa Pun Dan Menerima Semuanya.” dan Selanjutnya Ke Mana?. Tujuh dari sembilan bab tersebut membahas kalimat asertif yang dapat membantu mengelola dan mengendalikan benak negatif kita menjadi sebuah tindakan positif. Walaupun ketujuh kalimat asertif tersebut terdengar serta terkesan klise, tapi cara penyampaian Bishop terbilang lugas dan berani. Bishop seakan-akan berbicara langsung terhadap pembaca sebagai sahabat dekatnya. Di mana tidak ada batas formalitas, tapi langsung memukul tepat sasaran pada permasalahan yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu Bishop pun tidak terkesan bertele-tele dalam menyampaikan kalimat asertif yang ia tulis. Bishop langsung pada contoh kasus dan bagaimana kalimat tersebut dapat membantu menyelesaikan permasalahan dalam kasus tersebut.

Salah satu kalimat asertif yang paling menarik dan memotivasi adalah “Aku Merangkul Ketidakpastian.”. Bagaimana biasanya kita selalu memiliki rencana agar memiliki tujuan yang pasti. Kepastian menimbulkan rasa aman dan nyaman. Namun, nyatanya kepastian itu sendiri tidak pernah ada. Kita hidup di dalam dunia dengan penuh ketidakpastian. Kepastian hanyalah ilusi optik yang menghipnotis. Kita mungkin bisa memprediksi jika besok cuaca akan cerah, tapi faktanya keesokan harinya malah turun hujan. Sesuatu di dunia ini memang tidak ada yang pasti, semuanya masih misteri dan menjadi tanda tanya. Kita bisa saja malam hari tertidur, tapi belum pasti esoknya akan terbangun. Maka dari itu kalimat “Aku Merangkul Ketidakpastian.”menjadi jawaban agar kita bisa membiasakan diri di kehidupan yang tidak pasti ini. Kita tidak akan mudah merasa cemas ataupun kecewa jika kita sudah terbiasa dalam menerima ketidakpastian dalam hidup.

Selanjutnya kalimat “Aku Tidak Mengharapkan Apa Pun dan Menerima Semuanya.” menjadi kalimat asertif yang juga cukup memotivasi. Di sini bukan berarti kita dituntut untuk berdiam diri atau pasrah. Namun, di sini kita dituntut untuk tidak terlalu berekspektasi dalam hal apa pun. Akibat dari ekspektasi yang tidak sesuai dengan keinginan kita, biasanya akan memicu rasa kecewa dan putus asa. Ekspektasi adalah sesuatu yang menghancurkan jika tidak terjadi. Oleh karenanya kita harus membiasakan diri untuk tidak berekspektasi dan lebih menerima sesuatu apa adanya. Kita tidak harus memikirkan masa lalu atau masa depan. Cukup dengan sadar akah detik ini di mana kita berada sudah bisa meminimalkan ekspektasi berlebih yang mengecewakan. Hidup tanpa ekspektasi dirasa akan lebih menghindarkan kita dari pikiran negatif, seperti kecewa, putus asa dan marah.

Secara keseluruhan Beresim Dulu Hidupmu!: Ubah Pikiran Negatif Jadi Tindakan Positif merupakan buku pengembangan diri yang tepat untuk memperbaiki diri sendiri dalam menjalani kehidupan. Tujuh kalimat asertif yang dibahas sangat pas dan terasa relevan dengan kehidupan banyak orang. Kita pasti pernah mengalami permasalahan hidup akibat terlalu banyak berpikir negatif. Bishop di sini memotivasi pembaca dengan cara yang menyenangkan, dekat dan realistis. Gaya bahasa Bishop terasa seperti merangkul dan menyemangati pembacanya bahwa hidup kita bisa lebih baik tanpa terus berpikir negatif. Semua penjelasan ditulis dengan ringan, sederhana dan ringkas. Hanya dengan sekali duduk kita dapat langsung menerima manfaat dari buku ini. Mungkin kalimat asertif yang ada terasa klise dan sering kita dengar, tapi entah mengapa bagi saya, penjelasan yang Bishop berikan bisa masuk dan memotivasi saya. Buku ini tidak akan terasa jika hanya sekadar dibaca, jadi pastikan kalian juga mempraktikannya.